Sponsors Link

Cara Setting Knalpot Racing Paling Lengkap

Sponsors Link

Beberapa pemilik kendaraan roda dua ada yang senang melakukan modifikasi pada knalpot sepeda motor mereka. Modifikasi biasanya dilakukan salah satunya dengan mengubah knalpot standar menjadi knalpot racing. Modifikasi knalpot racing disukai karena selain membuat suara lebih gahar, disamping juga bisa menghasilkan tenaga  lebih besar.

ads

Tapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pemilik sepeda motor yang sudah mengganti knalpot standar mereka menjadi knalpot racing. Sebab, pengguna juga harus melakukan penyesuaian antara mesin dengan knalpot. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan knalpot racing, karena sejatinya knalpot racing diciptakan untuk meningkatkan torsi dan tenaga motor di lintasan balap. Yang salah hanyalah jika pemilik motor tidak paham soal penggunaan komponen knalpot motor yang satu ini.

Kesalahan terbesar para pemilik motor adalah memasang knalpot racing di motor yang masih standar. Padahal knalpot motor standar jelas sudah dirancang sedemikian rupa sama pabrikan agar kinerja motormu bisa optimal. Akibatnya, pemasangan knalpot racing di motor yang bukan semestinya itu malah jadi hal yang merugikan. Dan tentunya, kerugian ini bakal berdampak buat kantong dong.

Hal yang  bisa anda lakukan ialah dengan meminta kepada mekanik melakukan setting CO (karbon monoksida) melalui ECU (engine control unit) bagi pemilik motor injeksi. ECU berfungsi sebagai pusat kendali agar performa mesin optimal pada motor berjenis ignition dan injection.

Jika tidak disesuaikan, alih-alih mendapat tenaga besar, motor malah bisa kehilangan tenaga. Tetapi, menurutnya, penyesuaian CO ini harus menyesuaikan kepada karakter komponen mesin motor. Tidak bisa menuruti keinginan  mekanik, maupun pemilik motor itu sendiri.

“Sebenarnya tiap modifikasi memerlukan penyesuaian. Sayangnya untuk beberapa sepeda motor ketika mengganti knalpot racing, settingan-nya tidak diubah. Ini yang membuat berpengaruh pada komponen lain,” ucap kepala mekanik Pitline Motorsport Buaran Paul saat ditemui beberapa waktu lalu.

Menurut Paul, ada beberapa merek motor tidak dapat disetting ukuran CO (karbon monoksida) melalui komponen ECU-nya. Padahal ini berpengaruh pada performa sepeda motor. Baca juga: KTM RC 250 Punya Versi Knalpot Samping Paul mengungkapkan kasus yang sering ditemui adalah modifikasi dilakukan sebatas pemasangan knalpot tanpa dilakukan penyesuaian.

Akibatnya bukan tenaga yang didapat motor justru menjadi kehilangan tenaga dan lebih boros bahan bakar. “Lama-lama merembet ke piston. Berpengaruh ke mesin lainnya. Ini yang patut disadari pemilik motor sebelum berkendara jauh, terlebih saat Lebaran seperti ini,” ujar Paul. Untuk pencegahan disarankan pemilik untuk memeriksakan komponen motornya sebelum memulai perjalanan. Solusi singkat, saat ini ada alat bernama O2 manipulator untuk memaksimalkan keberadaan knalpot racing tersebut.

Boros bahan bakar menjadi salah satu resiko lain yang harus ditanggung pemilik sepeda motor yang memilih untuk memodifikasi knalpot.  Karena bahan bakar bakal lebih terkuras dari sebelumnya karena settingan mesin sudah berubah. Namun, sepertinya masih sulit untuk memperkirakan tingkat keborosan bahan bakar. Hal itu mungkin saja tergantung dari karakter mesin masing masing kendaraan.

Demikian pembahasan kali ini yang bisa penulis sampaikan mengenai cara setting knalpot racing. Kenali terlebih dahulu kerusakan yang terjadi pada motor anda sebelum memutuskan untuk mengikuti cara – cara yang penulis berikan. Terimakasih sudah membaca. Semoga info yang disampaikan bisa bermanfaat.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Tips

Leave a Reply