Categories
Tips

6 Cara Membuat Karbu Vakum Lebih Responsif

Pada komponen karburator motor memiliki fungsi yang berbeda-beda begitu juga dengan karburator vakum yang memiliki fungsi untuk menawarkan konsumsi BBM menjadi lebih irit. Karburator vakum banyak dipakai oleh mesin motor matic yang lawas seperti Xeon, Soul, Fino, Mio. Ada jenis sepeda motor di seluruh dunia sudah banyak tidak memakai karburator vakum, ini dikarenakan adanya motor yang menggunakan sebuah fitur full injetion.

Karburator vakum yang tidak responsif seperti karburator konvensional. Ada masalah juga yang akan timbul pada karburator vakum, seperti jalannya kerja dari ruang bakar sehingga ini akan membuat bahan bakar yang lebih irit. Bahkan gara-gara dari karburator vakum akan membuat para biker kebut-kebutan. Dengan demikian anda akan merasakan sensasi yang lebih menyenangkan.

Selain itu, ini akan membuat kecepatan yang dimiliki oleh anda tidak melaju. Maksudnya, anda mengorbankan kecepatan dengan buku tutup pada gas. Ketika tuas gas membuka skep, ini berarti karburator vakum tidak akan meningkat seketika, namun hanya bisa menunggu sebuah kevakuman pada mesin. Dengan begitu aklerasi akan kurang responsif ketimbang dari karburator konvensional.

Aklerasi yang telat tidak bisa kita hindari. Akan tetapi cara membuat karburator vakum menjadi lebih responsif bisa dilakukan. Sebenarnya ada berbagai macam cara untuk membuat karburator vakum lebih responsif. Cara-caranya anda bisa melakukannya dengan menggunakan cara-cara yang ada dibawah ini.

1. Perbesar Lubang Main Air Jet

Main air jet itu hampir sama dengan spuyer dimana lubang mereka memiliki ukuran tertentu dan bertempat di sebuah corong depan. Akan tetapi pada main air jet tidak bisa untuk dilepaskan hal ini sama seperti pilot jet ataupun main jet. Oleh karena itu cara memperbesar lubang kita harus melakukan cara pengeboran dimana pengeboran cukup hanya menggunakan sebuah mata bor 1mm. Perlu diperhatikan kalau ingin melakukannya anda harus melepaskan nosel atau needle jet terlebih dahulu. Ketika sudah melepaskan baru anda bisa melakukan pengeboran hingga di ruangan nosel yang tadi.

Memperbesar lubang pada main air jet sangat dibutuhkan, ini dikarenakan lubang pada main air jet akan berperan penting untuk mengontrol sebuah udara pada pencampuran antara bahan bakar dengan udara di putaran menengah maupun tinggi. Dengan adanya pembesaran lubang pada main air jet secara otomatis suplai udara yang menuju ke nosel atau needle jet lebih lancar. Bahkan proses pencampuran antara udara serta bahan bakar pada main jet akan berlangsung dengan cara yang sempurna. Dengan demikian Karburator Vakum akan menjadi lebih responsif ini dikarenakan skep piston tidak akan lambat untuk naik karena adanya suplai udara yang sudah lancar.

2. Setting Spuyer

Setelah anda telah melubangi hinga diperbesar main air jet, ini berarti kalau main air jet tersebut tidak menjadi standar lagi. Maka dari itu takaran pada bahan bakar dengan udara harus dirubah dan ukuran spuyer kita harus revisi. Ukuran pada pilot jet pastikan sudah turun dan sementara main jet sudah naik. Diperkirakan harus turun hingga satu step saja, apabila yang sebelumnya 15 jadi kita harus turunkan menjadi 12,5. Nah sedangkan pada main jet bisa naik lebih banyak, misalnya dari 120 naik hingga menjadi sekitaran 150. Untuk kenaikan pada main jet paling oke mengecek dibagian kondisi pada komponen busi motor yang bernama elektroda busi motor dengan cara menaikkan warna busi hingga menjadi kecoklatan.

3. Skep

Pada umumnya karburator vakum terdapat skep yang sudah dilapisi dengan teflon. Dimana teflon merupakan salah satu bahan yang dapat mengurangi suatu gaya gesek. Akan tetapi seiring waktu berjalan teflon ini akan tergores dengan adanya debu dan lain-lain sehingga pada permukaannya akan menjadi lebih kasar.

Nah dengan adanya permukaan yang sudah kasar ini dapat menglambatkan naik-turunnya suatu skep sehingga ini akan membuat responya menjadi lebih telat dan aklerasipun akan menjadi lebih lambat. Untuk mengakalinya kita melumas dengan menggunakan saenya yang sudah encer atau bisa menggunakannya dengan minyak Singer.

Langkah pertama anda harus skep dari bagian karburator dan selanjutnya meneteskan 2-3 tetes sebuah minyak pelumas di permukaan skep. Ratakan dengan menggunakan jari saja dan coba memasukkan kembali skep pada karburator serta menaikkan-menurunkan skep tersebut secara manual sehingga minyak pelumas akan menjadi lebih rata pada permukaan skep.

4. Pilot Mixture Screw

Salah satu cara membuat karburator vakum lebih responsif bisa melakukan penyetelan pada pilot mixture. Pada umumnya anda harus membuka mixture screw terlebih dahulu dengan cara membuat putaran menjadi lebih besar dibandingkan dengan patokan standar. Cara ini akan membuat putaran menjadi lebih sedikit boros, akan tetapi dengan adanya peningkatan volume gas berarti ini membuat energi pembakaran akan menjadi lebih besar, bahkan torsi bisa bertambah dan aklerasipun bisa lebih meningkat. Namun cara ini hanya bergantung pada sistem pengapian motor, apabila cara ini terjadi masalah alangkah baiknya anda mengembalikan seperti semula atau bawa ke bengkel/dealer terdekat.

5. Jetting

Cara ini sebenarnya sensitif terhadap skep pada karburator. Jadi anda harus melakukan dengan cara setting pada bagian main jet sehingga membuat putaran dan tenaganya menjadi lebih besar. Ketika anda menggunakan knalpot yang alfermarket, berarti anda bisa menaikkan satu tingkat saja pada bagian main jet. Cara ini bisa dilakukan pada saat kondisi motor sedang mengalami masalah karena ubahan yang salah, seperti pada bagian stroke-up atau broke-up, porting polish dan lain sebagainya.

6. Karet Vakum

Nah pada cara yang terakhir ini tidak bisa kita untuk mengotak-atiknya. Cukup saja anda melihat kondisi pada karet vakum apakah sudah melar atau sudah rusak. Alangkah baiknya anda harus cepat menggantinya dengan karet vakum yang baru. Ini dikarenakan kondisi karet vakum yang sudah rusak dan tidak diganti secepatnya, berarti ini sangat berpengaruh pada kinerja karburator vakum tersebut.

Perlu diingatkan ketika ingin membuat karburator vakum lebih responsif dan menggunakan cara-cara yang tidak benar ini akan membuat motor ngempos di RPM tinggi dan bisa saja terjadi motor brebet di RPM rendah. Itulah yang bisa kami sampaikan, semoga dengan cara-cara diata bisa berguna bagi anda yang ingin membuat karburator vakum lebih responsif.

Leave a Reply