Sponsors Link

3 Penyebab Aki Motor Tekor yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Dalam kehidupan sehari-hari, sangat sering kita temui permasalahan terhadap motor kita. Tidak semua pengendara sepeda motor paham permasalahan-permasalahan teknis yang terjadi. Hal ini selain dikarenakan tidak ada basic di dunia otomotif, mayoritas pengguna sepeda motor dari kaum hawa memang lebih tertarik kepada dunia perempuan. Dunia otomotif lebih manly sehingga lebih banyak laki-laki yang menekuninya dibandingkan dengan perempuan.

ads

Tapi kaum hawa dan kaum adam yang tidak paham permasalahan otomotif semua tidak perlu khawatir tentang hal ini. Di zaman milenial ini semua permasalahan bisa kita temukan solusinya dengan hanya menggerakkan jemari untuk mengetik kata kunci di Internet. Seperti halnya jika anda mendapatkan permasalahan pada aki anda yang tidak mau mengisikan daya ke kendaraan. Aki yang tidak mengisi merupakan penyebab motor tidak bisa distarter elektrik.

Berikut akan dijelaskan beberapa permasalahan yang mungkin menyebabkan aki dari semua jenis sepeda motor di seluruh dunia tekor.

1. Modifikasi Yang Tidak Sesuai

Dewasa ini banyak ditemukan pengguna Sepeda motor memodifikasi perangkat-perangkat yang ada di kendaraannya. Tidak masalah jika perangkat-perangkat baru mengkonsumsi listrik sesuai dengan yang telah di desain dari pabrik. Yang menjadi masalah adalah ketika pengguna menggunakan perangkat-perangkat motor yang membutuhkan listrik lebih besar sehingga daya yang dikeluarkan aki menjadi lebih besar dan cepat rusak atau istilah umumnya Soak.

Contoh dari penggunaan yang tidak sesuai antara lain sebagai berikut

  • Penggunaan klakson untuk mobil pada kendaraan motor.
  • Penggunaan lampu yang HID yang watt-nya terlalu besar.
  • Dan penggunaan perangkat-perangkat lain yang mengkonsumsi daya yang besar.

Akibat daya yang dibutuhkan cukup besar, aki menjadi lebih cepat rusak, sehingga kita tidak menyadari bahwa aki juga perlu di ganti lebih cepat. Jika anda benar-benar ingin menggunakan klakson mobil ataupun lampu yang lebih besar, maka perlu perangkat untuk menyetabilkan listrik. Gunakan relay pada aki.

2. Kiprok

Pengaturan pengisian aki dilakukan oleh perangkat kiprok. Apabila perangkat ini rusak, maka pengisian aki menjadi tidak stabil, bisa terlalu besar ataupun terlalu kecil. Untuk memastikan kiprok masih berfungsi dengan baik lakukan hal-hal berikut ini:

  • Hidupkan mesin dan lampu utama
  • Gas dengan kecepatan sekitar 4000 hingga 5000 RPM
  • Tegangan bagus apabila tegangan listrik yang dikeluarkan sebesar 14-15 Volt.
  • Jika kurang ataupun lebih dari kedua angka tersebut, artinya kiprok rusak.
  • Untuk mencegah kerusakan aki, maka segera tukar kiproknya.
    Sponsors Link

3. Terjadi Korsleting Arus Pendek

Hubungan arus pendek pada aki motor menyebabkan daya yang dikeluarkan aki lebih besar. Hal ini dikarenakan hambatan yang dilalui listrik sangat kecil. Karena listrik yang dialirkan dari kutub positif langsung menuju ke kutub negatif. Korsleting ini biasanya terjadi karena ada rangkaian listrik dari sepeda motor yang menyentuh bodi motor atau benda padat lain.

Untuk menghindari terjadinya korsleting, pemilik sepeda motor harus memastikan bahwa sekering aki selalu dalam keadaan baik. Jangan sampai juga ada rangkaian yang tidak memiliki sekering, karena tidak ada yang menghentikan arus tidak stabil pada rangkaian tersebut.

Demikian informasi tentang beberapa penyebab aki tidak mengisi. Selain hal-hal yang telah disebutkan di atas, masalah lain yang juga bisa menyebabkan aki tidak mengisi adalah umur ekonomis aki sudah lewat. Karena aki rata-rata umur aktifnya hanya 2-4 tahun saja. Sehingga wajar saja jika aki sudah rusak ketika sudah lama digunakan.

Sponsors Link

Berikut ada beberapa tips Cara Merawat Aki Motor agar tidak cepat tekor.

  • Matikan lampu ketika tidak digunakan, apabila lampu hidup untuk waktu yang lama, maka arus listrik yang di konsumsi sangat besar dan mempercepat daya aki menurun.
  • Matikan mesin jika motor yang anda gunakan sedang tidak berjalan.
  • Jika anda dalam perjalanan jauh, berhentilah setiap jarak tempuh mencapai 60 Kilometer.
  • Jika anda meninggalkan motor untuk waktu yang lama, titipkan kepada seseorang agar bisa menghidupkanya minimal 2 hari sekali. Hal ini dikarenakan kabel dan konektor tetap mengeluarkan daya meski dalam keadaan off. Meskipun aliran listrik kecil, jika didiamkan dalam waktu yang cukup lama maka akan banyak juga yang terbuang sia-sia.

Demikian tips untuk merawat aki anda agar lebih awet. Semoga anda bisa merawat aki dengan maksimal ya untuk kenyamanan berkendara anda.

Sponsors Link
, , , , , ,

Leave a Reply