Sponsors Link

Penjelasan Mengenai Waktu Kadaluarsa Helm

Sponsors Link

Helm (bahasa Belanda: Helm) adalah bentuk perlindungan tubuh yang dikenakan di kepala dan biasanya dibuat dari metal atau bahan keras lainnya seperti kevlar, serat resin, atau plastik. Helm biasanya digunakan sebagai perlindungan kepala untuk berbagai aktivitas pertempuran (militer), atau aktivitas sipil seperti olahraga, pertambangan, atau berkendara. Helm dapat memberi perlindungan tambahan pada sebagian dari kepala (bergantung pada strukturnya) dari benda jatuh atau berkecepatan tinggi.

ads

Mungkin bagi sebagian besar pengendara motor sudah mengetahui fungsi dan kegunaan helm. Selain untuk menahan terpaan angin, helm juga memiliki fungsi yang jauh lebih mulia, yaitu menyelamatkan jiwa pemakainya jika terjadi kecelakaan. Salah satu syarat yang harus dipenuhi dari helm standard di Indonesia adalah adanya logo SNI yang tertempel atau tercetak di helm tersebut.

Pada umumnya helm terdiri dari 2 bagian yaitu, shell atau cangkang luar dan inner layer yang terdiri dari 2 bagian yaitu EPS dan busa. Seiring perkembangan jaman pada beberapa model helm memiliki inner layer yang bisa dikustom agar bisa memberikan kenyamanan kepada rider, meskipun memang hanya dari merk helm premium tertentu.

Busa inner layer untuk helm model sekarang kebanyakan bisa dilepas dan dicuci dan sudah ada pula yang menyediakan spareparts penggantinya. Untuk outter layer atau shell biasanya terbuat dari polycarbonate atau fiberglass. Untuk fiberglass sendiri biasanya digunakan bersama kevlar atau carbon fiber untuk mendapatkan helm yang ringan namun kuat. Shell ini yang berfungsi untuk melindungi dari benturan dan mengurangi impact dari benturan tersebut. Sebagai tambahan anda wajib mengetahui alasan stop kebiasaan taruh helm di spion motor yang banyak dilakukan masyarakat pada umumnya.

Kemudian bagian lain dalam inner layer ini yang dikenal dengan EPS (Expanded Polystyrene Foam). Lapisan inilah yang secara langsung melindungi kepala anda. Biasanya EPS dalam helm terdiri dari beberapa potongan yang disatukan, namun pabrikan helm sekalas Arai lebih suka menggunakan EPS yang utuh 1 bagian.

Pada dasarnya prinsip helm itu bukan merupakan senjata, namun sebuah sistem pengolahan energi. Shell helm menjadi pelindung pertama dari impact benturan, kemudian energi dari benturan ini diteruska pada EPS yang bertugas meredamnya, saat melakukan tugasnya ini EPS yang didesain berrongga akan pecah dan meredam gaya benturan agar tidak diteruskan secara langsung ke kepala penggunanya dan tentunya mengurangi kerusakan pada kepala ridernya.

Pengendara sepeda motor umumnya mengganti helm setiap 3 sampai 5 tahun sekali. Kebiasaan yang sudah cukup baik. Namun lebih baik lagi bila menyadari alasan penggantiannya. Dari beberapa artikel di internet, produsen-produsen helm menyarankan mengganti helm setelah 7 tahun setelah tanggal produksi, dengan asumsi helm tidak ‘bekerja berat’ selama kurun waktu tersebut. Tanggal produksi biasanya ada di bagian dalam helm, tertempel di comfort padding. Masa kadaluarsa juga berlaku untuk helm jenis lain, contohnya helm yang dipakai pekerja konstruksi.

Setelah membaca penjelasan diatas, kira kira helm yang kamu miliki sudah kadaluarsa belum? jika iya saya sarankan untuk segera membeli yang baru. Dan ingat bahwa helm adalah perlengkapan yang sangat penting yang harus selalu kita gunakan pada saat berkendra menggunakan sepeda motor. Selalu ingat kita hanya punya satu kepala dan ada banyak sekali helm. Kenali terlebih dahulu kerusakan yang terjadi pada motor anda sebelum memutuskan untuk mengikuti cara – cara yang penulis berikan. Terima kasih.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Info Motor

Leave a Reply