Sponsors Link

Fungsi Kantung Selang Karet Dibawah CVT Skutik

Sponsors Link

Perawatan pada sepeda motor bukan hanya terletak pada mesin saja. Ada beberapa bagian yang juga harus dirawat agar kondisi motor Anda tetap prima dan tidak mengalami masalah saat digunakan beraktivitas. Salah satunya bagian terpenting motor matik adalah CVT, komponen pengganti transmisi pada motor matik. Berbeda dengan motor bebek, pada motor matik, transmisi dititikberatkan pada CVT yang menggunakan V-belt dan pully variable untuk menghantarkan motor agar berjalan mulus.

ads

Motor  matik biasanya dilengkapi dengan komponen berbentuk kantung pada bagian bawah CVT alias Continuously Variable Transmission. Tak banyak yang tahu fungsi komponen ini, yang cukup vital keberadaannya. “Fungsinya menampung aliran endapan air yang mungkin masuk ke CVT. Jadi untuk menampung sisa-sisa air,” kata Kukuh Aristiawan, Kepala Mekanik Big Wing Astra Motor BSD, Tangerang.

Air masuk ke bagian CVT biasanya terjadi saat motor dicuci atau dipaksa menerjang banjir. Karena fungsinya yang cukup penting, kantung ini juga perlu dibersihkan agar tetap berfungsi dengan baik. “Pembuangan ini perlu dibersihkan. Sebaiknya dicek setiap satu bulan sekali. Sebenarnya tanpa harus ke bengkel itu mudah sekali untuk membukanya,” terang Kukuh.

Lantas, bagaimana cara membuka kantung ini? Caranya cukup mudah, contohnya pada Honda All New Scoopy eSP, bisa menggunakan tang universal. “Caranya yang paling mudah adalah setelah tutup selang dicopot, mesinnya dinyalakan sambil dibuka gas sedikit selama kurang lebih 10 detik. Kemudian, matikan komponen mesin motor dan setelah itu pasang kembali,” terang Kukuh.

CVT alias continuous variable transmission adalah salah satu bagian pada sepeda motor yang harus selalu mendapatkan rutin. Bagian utama dari perangkat CVT adalah adanya karet atau v-belt yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang. Anda juga perlu paham cara melakukan pemerikasaan v-belt lebih lanjut untuk antisipasi

Seperti suku cadang lainnya, karet CVT juga bisa bikin aus yang diakibatkan oleh  masa pemakaian. Sehingga ada suatu masa karet CVT sudah harus diganti. Baca juga : Rantai Bebek dengan V-Belt Matik, Kapan Harus Diganti? Teknisi di Bengkel Astra Motor Center Jakarta yang ada di bilangan Dewi Sartika, Jakarta Timur, tengah mengecek kondisi skutik milik pelanggan.

(Fachri Fachrudin) Kepala Mekanik Bengkel AHASS Murni Pura Mas Depok, Syamsuddin mengatakan, membiarkan karet CVT yang sudah aus untuk terus bekerja berpotensi membuatnya bisa suatu saat putus. Kondisi seperti ini tentu sangat dihindari saat kita tengah berkendara di jalan. “Karena itu CVT harus rajin dikontrol. Jadi bisa dilihat masih layak pakai atau tidak,” kata Syamsuddin saat ditemui.

Menurut Syamsuddin, karet CVT biasanya dianjurkanb untuk  diganti setiap pemakaian 24.000 kilometer. Namun tidak menutup kemungkinan bisa  lebih cepat. Karena itu, Syamsuddin menyebut perangkat CVT dianjurkan untuk dirawat setiap pemakaian 8.000 kilometer.

Saat perawatan inilah, nantinya perangkat CVT akan dibuka dan dibersihkan. Dari situ nantinya mekanik akan mengecek layak atau tidaknya karet CVT untuk terus dipakai. “Tidak menutup kemungkinan kita menganjurkan ganti sebelum 24.000 kilometer. Tapi umumnya di 24.000 km sudah maksimal,” ucap Syamsuddin.

Demikian yang bisa penulis sampaikan pada pembahasan kali ini mengenai fungsi kantung selang karet dibawah CVT skutik. Sudah tentu ini bisa dicoba sendiri tanpa perlu ke bengkel. Kenali terlebih dahulu kerusakan yang terjadi pada motor anda sebelum memutuskan untuk mengikuti cara – cara yang penulis berikan. Selamat mencoba.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Info Motor

Leave a Reply