Sponsors Link

Dampak Memindahkan Spion Ke Bagian Stang

Sponsors Link

Kaca spion merupakan salah satu perangkat penting yang ada pada sebuah kendaraan bermotor. Meskipun ukurannya terbilang kecil dan juga kerap kali disepelekan oleh banyak kalangan pengendara kendaraan bermotor, namun ternyata si kecil ini punya banyak sekali fungsinya dalam berkendara.

ads

Kaca spion pada dasarnya sudah ditemukan sejak pertama kali kendaraan bermotor ditemukan. Hingga saat ini, kaca spion merupakan hal wajib yang dimiliki oleh sebuah kendaraan bermotor. Bagi kendaraan beroda dua, kaca spion berjumlah dua buah yaitu di kiri dan juga kanan, sedangkan roda 4 atau lebih bervariasi, ada yang memiliki 2 buah kaca spion, hingga lebih dari 4 kaca spion.

Belakangan ini modifikasi sepeda motor adalah hal paling menarik bagi mereka yang punya gairah terhadap kuda besi. Ubahan pun dilakukan mulai dari komponen body motor, kaki-kaki, komponen mesin motor hingga bagian lainnya agar penampilan motor kian menarik. Namun masih banyak modifikator yang menghasilkan karya modifikasi motor tidak sesuai estetika kendaraan dan melanggar undang-undang lalu lintas. Salah satu komponen yang sering dilanggar adalah penggunaan kaca spion.

Hasil penelusuran CNNIndonesia.com, ada sejumlah tren modifikasi kaca spion yang sedang digandrungi penikmat modifikasi roda dua, mulai meletakkan di bagian samping bodi motor, windshield atau pelindung angin sampai dengan pada ujung setang. Untuk spion di jalu stang atau bar end mirror, biasanya supaya tampilan area setang lebih bersih dan menciptakan kesan custom look pada motor kesayangan.

Lantas, apakah dengan memindah posisi spion ke posisi tersebut dapat mengurangi sisi keamanan saat berkendara? “Spion bawaan pabrik sendiri jarak pandangnya sudah terbatas, jadi dengan mengganti spion yang ukurannya lebih kecil atau pindah posisi dikhawatirkan pandangan ke belakang bisa semakin sulit,” buka Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT. Wahana Makmur Sejati.

Karena pandangan di spion tambah sempit, otomatis hal ini memperbesar area blindspot (titik buta), sehingga disarankan untuk tidak mengubah letak atau bentuk spion bawaan pabrik. Kalau tetap ingin diganti atau pindah lokasi, sebaiknya spion pengganti tetap berfungsi layaknya spion asli yang menempel di motor. “Menjadi masalah apabila spion penggantinya tidak berfungsi dan hanya sebagai (aksesori) pelengkap kendaraan.

Syarat teknis kaca sipon menurut Joel D. Mastana adalah 1/3 dari part tersebut, bisa melihat anggota tubuh pengendara (lengan sampai bahu). Ini jadi patokan bagi pengendara untuk mengontrol jarak obyek yang ada di belakang. Nah bagi yang mau pasang di tebeng bodi depan, pastikan juga bahwa braket yang disediakan cukup kuat dan spion tetap fungsi walau posisinya berubah.

Jadi selama spion pengganti tidak mengganggu penglihatan dan pergerakan setang kemudi, sebetulnya aman saja tuh memodifikasi posisi atau mengganti spion bawaan motor menurut pakar safety riding. Nah sekarang anda sudah mengerti kan soal Spion, tinggal pilih mau pasang dimana?mau pilih Gaya tapi kurang safety, atau pilih Safety tapi kurang gaya? atau bisa meng-combine agar membuat Spion menjadi gaya dan safety. Kenali terlebih dahulu kerusakan yang terjadi pada motor anda sebelum memutuskan untuk mengikuti cara – cara yang penulis berikan. Terimakasih.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Info Motor

Leave a Reply