Sponsors Link

Dampak Buruk Jika Mengganti Klakson Secara Sembarangan

Sponsors Link

Kendaraan yang beredar di jalan raya tidak boleh sembarangan konstruksinya serta memeprhatikan cara modifikasi motor yang aman . Konstruksi kendaraan harus sesuai dengan aturan hukum dan tidak beresiko terhadap keselamatan diri atau orang lain. Kalau hal seperti ini di dalam undang undang disebutnya tidak layak jalan, karena konstruksinya tidak seusuai dengan apa yang telah diatur dalam perundang undangan.

ads

Namun, masih banyak pengendara yang tidak mengindahkan aturan tersebut, dengan mengubah kendaraan standart keluran pabrik menjadi kendaraan di luar standart pabrik. Setidaknya ada beberapa perilaku yang bisa disebut modifikasi “ALAY’’  yang sering dilakukan oleh pemilik kendaraan bermotor sehingga menyebabkan kerusakan yang sering terjadi pada motor. Contphnya mengubah ban dari ukuran standart menjasi ukuran kecil atau sering disebut dengan ban cacing, mengubah klakson bawaan pabrik dengan klakson variasi misalnya di motor dipasangkan klakson bus “TELOLET”.

Salah satunya sudah dibahas di atas tai penggunaan ban cacing dalam berkendara sehari hari. Tapi masih ada lagi beberapa perubahan yang dilakukan oleh seseorang pada kendaraannya yang dapat membahayakan pengendara lainnya. Berikut adalah perilaku yang melanggar persyaratan teknis dan layak jalan serta peraturan lalu lintas yang berhubungan dengan klakson dan efek samping alarm motor.

1. Modifikasi Warna Cahaya Lampu Rem

Jangan lakukan perubahan terhadap lampu warna cahaya lampu rem, baik rem cakram motor atau lainnya, karena hal tersebut dapat mengganggu dan merugikan pengendara lain yang ada di belakangnya. Menurut aturan undang undang nomor22 tahun 2009 pasal 28 ayat 3 nomor 4, lampu rem wajib berwarna merah. Jadi jangan sekali kali diubah ubah dengan warna lain atau denda Rp 500.000 seperti pada pasal 286 UU nomor 22 tahun 2009.

2. Mengganti Klakson dengan Suara Keras

Mengganti klakson dengan suara keras juga dilarang dalam UU. Hal ini dapat mengganggu pengguna jalan yang lain. Maka sebaiknya gunakan klakson sepeda motor dengan bawaan stansart pabrik. Seperti klakson yang menjadi tren waktu lalu yaitu klakson “TELOLET’ banyak pengendara motor yang berlomba lomba untuk mengganti klakson sepeda motor mereka dengan klakson tersebut agar terlihat keren atau kekinian.

Di dalam buku panduan tertib, aman dan selamat bersepeda motor di jalan raya milik korlantas polri, disebutkan pada halaman 22, tingkat suara klakson sepeda motor antara 90 desibel sampai 118 desibel. Jika melebihi dari itu maka akan melanggar peraturan dan bisa ditindak atau ditilang oleh polantas. Jika suara klakson lemah wajib mengetahui penyebab bunyi klakson motor lemah, bukan mengganti dengan yang tidak wajar.

3. Mengganti Knalpot Terlalu Bising

Penggantian knalpot dengan tidak sesuai dengan rekomendasi pabrik sepeda motor, dapat menyebabkan ketidak suara dan emisi gas buang, yang ditentukan oleh pemerintah. Ini terdapat di dalam peraturan menteri lingkungan hidup nomor 7 tahun 2009, tentang ambang batas kebisingan kendaraan bermotor tipe baru.

Sponsors Link

Jika melanggar, maka akan di tidak oleh petugas dengan cara ditilng atau bahkan yang lagi ngetren sekarang telinga pengendara disuruh mendekatkan ke knalpot lalu pngendara tersebut memutar tuas gas sampai suara knalpot terdengar keras. Sperti pada pasal 48 dan pasal 186 UU nomor 22 tahun 2009 dan bisa dikenakan denda Rp 500.000.

Demikian artikel yang kita bahas kali ini mengenai dampak buruk melakukan pergantian klakson motor secara sembarangan. Semoga dapat menambah wawasan kita semua. Dan terima kasih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Info Motor

Leave a Reply