Sponsors Link

8 Penyebab Motor Boros dan Cara Mengatasinya

Advertisement

Mengapa motor bisa menjadi boros?

  1. Kapasitas mesin yang besar

Penyebab pertama motor menjadi boros adalah karena kapasitas alias CC motor yang terlalu besar. Kapasitas mesin motor yang besar, beraarti memiliki ukuran silinder dan juga kubikasi yang besar. Secara teoritis, ukuran kubikasi dari raug bakar dan juga ukuran dari lebar biring, liner dan juga silinder berbanding lurus dengan kebutuhan akan bahan bakar.

Hal inilah yang kemudian menyebabkan kapasitas mesin yang besar cenderung memakan lebih banyak bahan bakar, alias boros. Kapasitas mesin yang besar ini bisa saja merupakan bawaan pabrik, namun juga bisa karena faktor modifikasi, dimana kita sebagai pemilik motor menginginkan perform lebih untuk kendaraan kita, sehingga salah satu cara yang ditempuh adalah memperbesar ukuran silinder, yang tentu saja nantinya akan menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dibandingkan biasanya.

  1. Penyetelan sistem karburator yang kurang tepat

Bagi anda yan menggunakan motor yang masih menggunakan sistem karburator untuk membantu menggabungkan bahan bakar dan udara menjadi uap yang kemudian di bakar di dalam ruang pembakaran, mungkin anda harus mengecek ulang mengenai settingan karburaqtor yang digunakan pada karburator anda. apabila settingan karburator kurang tepat, maka efeknya adalah menurunnya performa, dan bertambah banyaknya bahan bakar yang harus diambil, sehingga menyebabkan motor menjadi boros.

Ada banyak komponen yang harus anda perhatikan untuk menjaga agar bahan bakar motor tidak menjadi boros, seperti setelan angin dan juga setelan bensin, setelan jarum skep, hingga penggunakan ukuran main jet dan juga pilot jet atau spuyer yang tepat. Apabila settingan pada semua komponen tersebut kurang tepat, maka efeknya adalah motor anda menjadi boros.

  1. Settingan ECU yang salah

Saat ini, motor yang menggunakan teknologi injeksi sudah sangat marak dan banyak kita temui. Motor yang menggunakan teknologi injeksi ini biasanya mengandalkan ECU untuk dapat melakukan pengaturan jumlah bahan bakar dan juga udara yang harus dicampurkan.

Penyettingan ini dilakukan dengan menggunakan komputer. Nah, apabila pada saat melakukan penyetelan ini terjadi kesalahan atau salah memasukkan variabel, maka efeknya adalah bisa saja motor anda menjadi boros. Maka dari itu, anda harus membawa motor injeksi anda ke bengkel resmi atau bengkel yang sudah berpengalaman dengan sistem injeksi, sehingga dapat melakukan pengaturan dengan baik.

  1. Kerak karbon yang menumpuk di ruang bakar

Faktor yang paling sering membuat motor boros adalah karena tumpukan kerak karbon pada ruang bakar. Kerak karbon merupakan sisa – sisa dari pembakaran motor anda, dimana dapat menghambat kinerja dan juga performa mesin, serta dapat menyebabkan motor menjadi boros. Biasanya, kerak karbon dapat menempel dan mengganggu performa motor karena penggunaan bahan bakar yang berkalitas buruk dan juga tidak sesuai dengan spesifikasi mesin motor anda.

Sponsors Link

Bagaimana mencegah agar kerak karbon tidak mengganggu performa dan menyebabkan motor boros?

Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mencegah agar kerak karbon tidak menumpuk pada bagian ruang pembakaran dan menyebabkan motor anda menjadi boros. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa anda lakukan :

  • Bersihkan kerak karbon pada bagian ruang pembakaran dan juga head, serta piston motor anda menggunakan pertamax, ataupun carb cleaner setiap melakukan servis rutin
  • Gunakan bahan bakar sesuai dengan spesifikasi mesin anda
  • Gunakan pertamax, atau bahan bakar beroktan 92 lainnya selama beberapa saat untuk membantu merontokkan dan membersihkan kerak dari ruang bakar anda, apabila anda tidak sempat untuk membongkar mesin anda.
  1. Penggunaan knalpot free flow

Knalpot free flow alias knalpot racing dapat menyebabkan motor boros. Biasanya knalpot racing atau free flow ini dapat menyumbang 10% keborosan motor anda, namun tidak mendongkrak performa secaqra signifikan, apalagi ketika motor anda masih berada dalam keadaan standar. Karena itu, sebisa mungkin hindari penggunaan knalpot free flow, apabila mesin motor anda masih standar, karena knalpot free flow ini “meminta” bahan bakar lebih daripada penggunaan knalpot standar.

Baca juga : Tips Memilih Sepeda Motor Bekas

  1. Tekanan ban yang rendah / ban kempes

Jangan remehkan ban yang sudah kempes di motor anda. selain ban kempes berpotensi tinggi untuk merusak ban, velg, laher, komstir, dan bagian roda bergerak lainnya di motor anda, tekanan ban yang rendah juga dapat menyebabkan motor anda menjadi bertambah boros loh. Ya, tekanan ban yang terlalu rendah atau kempes, dapat menyebabkan mesin bekerja lebih berat, karena daya cengram yang sangat buruk. Mesin yang bekerja lebih berat ini tentu saja dapat menyebabkan bahan bakar yang dibutuhkan lebih banyak, sehingga dapat menyebabkan motor boros.

Bagaimana mencegah hal ini?

ads

Untuk mencegah hal ini, anda harus rajin mengecek tekanan angin pada ban anda. Gunakan Nitrogen untuk mengisi tekanan angin pada ban anda, sehingga lebih stabil dan memiliki daya cengkram yang baik. Pemilihan pola dan juga alur ban juga sangat penting. Ban dengan compound soft dan alur yang sedikit akan memberikan grip yang maksimal ketika berada di jalanan kering, sehingga bisa menyebabkan bahan bakar menjadi sedikit lebih boros. Gunakan ban bercompound medium atau keras, dengan alur atau pattern yang memiliki banyak garis untuk menjaga grip dan menjaga daya tahan ban.

  1. Cengkraman rem baik tromol maupun cakram yang terlalu kuat

Selain ban, rem juga merupakan salah satu hal yang mempengaruhi kondisi borosnya bahan bakar motor anda. banyak pengaturan pada rem yang salah, sehingga rem terlalu mencengkram, yang menyebabkan perputaran roda menjadi lebih lambat, meskipun anda sudah membuka gas.

Hal ini akan menyebabkan motor boros, karena gas yang anda buka terlalu busar, akan membuat banyak bensin atau bahan bakar yang masuk, namun karena cengkraman rem yang terlalu kuat, tenaga tidak akan tersalurkan dengan sempurna, sehingga menyebabkan bensin menjadi boros, dan berpotensi meninggalkan kerak, karena tidak terbakar denan sempurna.

  1. Beban pengendara yang berat atau bawaan yang terlalu banyak

Beban yang ditanggung oleh motor juga sangat berpotensi untuk menyebabkan motor boros. Ya, motor sudah memiliki angka beban maksimal. Apabila angka beban maksimal yang bisa ditenggung oleh motor ini tidak ditaati, maka jangan heran apabila motor anda menjadi boros dan cepat rusak. Cara paling bijak untuk mengatasi masalah ini adalah :

  • Hanya gunakan motor untuk membonceng orang saja, hindari membawa beban mati di motor
  • Bonceng maksimal satu orang saja untuk mencegah kerusakan pada part peredam dan juga roda motor, serta untuk keselamtan
  • Lakukan pengecekan ada ban, shockbreaker dan komponen lain yang bertugas menanggung beban motor.

Motor boros memang menjadi masalah tersendiri, sebaiknya anda mempertimbangkan untuk mencari motor paling irit bbm di Indonesia agar dapat hemat.

Advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Wednesday 18th, May 2016 / 16:30 Oleh :
Kategori : Tips

Leave a Reply

Your email address will not be published.